don't sale u're virginity

judulnya frontal banget yaa ...
hhaaaa
maaf jaman sekarang emang jaman frontal :p

mungkin banyak orang yang lagi dalam masa-masa elit (ekonomi sulit) ,
ga nyalahin mereka juga yang karena tuntutan ekonomi ,
harus merelakan sesuatu yang paling berharga untuk seorang perempuan ..
hanya untuk menyambung kehidupan esok ..

saat iseng browsing ..
gw baca sejumlah artikel yang lagi ngebahas remaja wanita seumuran gw
yang menjual keperawanannya untuk melanjutkan pendidikan,
melayani sang dosen agar selalu dapet A , skripsi lancar , dll ..
agar orang tuanya bisa tersenyum bangga saat dia di wisuda ..
alasan lain adalah untuk membiayai operasi / pengobatan orang tuanya .

tidakkah mereka sadar ,
orang tua mereka juga mungkin akan lebih milih ketemu Tuhan
jika mereka tau darimana biaya yang diperoleh anaknya untuk pengobatan nya.
orang tuanya ga mungkin bangga jika tau darimana biaya kuliah mereka ,
orang tua mana yang bangga klo tau
anak nya melayani dosen nya buat sekedar lulus & dapet nilai A di sidang skripsi ..

mungkin emang pendidikan itu bukan hal murah di Indonesia ..
tapi ga berarti juga mereka harus menjual 'mahkota' mereka ..
gw pun sadar,
saat ini betapa sulitnya nyari sepeser rupiah ,
gw pun akan ngelakuin apa aja biar kuliah gw tetep lanjut ,
tapi TIDAK HAL ITU ..
masih banyak pilihan lain yang bisa dipertimbangkan
untuk menutupi kebutuhan hidup & pendidikan hari esok,
mulai dari jual darah , jual ginjal ,
smpe jual mata terlintas di otak gw..
tapi sekali lagi gw tegaskan tidak untuk menjual diri ..

ketahuilah girls ..
hukuman akhirat akan lebih panjang & lebih nestapa
dari segala derita dunia selama 100 taun ..

sekali lagi dengan tidak menyalahkan mereka juga,
karena menurut gw hidup itu adalah pilihan yang harus diperjuangkan ..
jadi tergantung cara hidup mana yang akan kita pilih ,
dan kehidupan apa yang akan kita perjuangkan ..


maaf mungkin ini terlalu 'lebai' menurut sebagian dari kalian ,
maaf juga klo terlalu frontal & terbuka ..
pro ataupun kontra ga masalah buat gw ,
gw trima kritik & saran nya di kolom komentar yaa.

2 komentar:

Hippo Time :))

Istilah ini di ambil dari kebiasaan kuda nil yg merendam diri dalam air. Sesekali ia memasukkan seluruh tubuhnya ke dalam air. Setelah cukup lama , ia muncul lagi ke permukaan.

Kita pun butuh untuk memasukkan diri ke dalam air yang tenang, merenungkan masalah kita sebelum akhirnya kembali ke dunia nyata.

Ketika kita merenung, memikirkan diri atau menenangkan diri dari suatu kejadian yang tidak menyenagkan yang baru di alami.

Hippo Time bisa sangat bermanfaat , asal jangan terlalu lama.
Putuskan berapa lama "hippo time" akan betlangsung dalam hidup anda. Ingat, jangan lama-lama.
Setelah itu, katakan dengan tegas "Saya menerima kenyataan ini, dan sekarang saya memutuskan harus melanjutkan kehidupan saya."

Inilah masa-masa ketika anda belajar menerima sekaligus berdamai dengan pengalaman pahit anda.

Mereka yang hebat adalah mereka yang bisa bangkit setelah menghadapi masalah.





_di kutip dari majalah Intisari_